Translate

Sabtu, 15 Juni 2013

CERPENku yang Ke-4



“RANTAI”

“Woi ada kabar baru”, teriak Loki
“Opo-opo?”, shisaw ingin melihat
Aku ikut-ikut mendekat.
“Ada pembunuhan berantai”, jawab Loki
“Hah yang bener? Dimana?”, aku mulai penasaran
Bel asrama berdentang tak henti-hentinya.
“Ayo-ayo cepat ke kelas, nanti kita telat”, saran shisaw
Loki langsung meletakkan ipad nya di lemari, aku terburu mengambil tas. Kita bertiga berlari bersama menuju sekolah yang emang jaraknya dekat tapi jalu sudah telat itu lho hukiumannya sesuatu banget.
Benar Saja terpat Loki dan shisaw masuk aku tertinggal di luar gerbang gara-gara bawaan ku terlalu berat. Pak Jos, sebutan anak-anak untuk seorang lelaki paruh baya ng mengebul-ngebulkan asa rokoknya di depan mukaku.
“Bau pak” wajahku menunduk dan memelas minta mpun
“Bisa-bisanya kamu telat? Kamu tau kan apa hukuman bagi anak asrama yang telat?”
“iya pak”, aku putus asa
***
Hukuman pertama di pagi hari aku harus membersihkan daun-daun yang berserakan di taman dan membersihkan toilet putra maupun putrid an guru maupun murid.
Hukuman kedua di siang hari aku harus menimba air untuk anak-anak berwudhu.
Hukuman ketiga menjadi burung hantu alias penjaga malam, yang tak pernah tidur.Inilah hukuman yang paling tidak ku suka.Bergelut dengan gelapnya dunia malam, dinginnya menusuk rusuk tulang belakang, dan auman hewan-hewan tak sedap di dengar.
**
Emang sih aku akui, aku ini lahir di malam hari yang penuh kegelapan dan gelagepan.Tau ga aku tu lahir di air kolam renang, fasilitas trend ibu melahirkan sekarang.Tapi ku jengkel dan masih inget kalo waktu lahir ku kemasukkan air kolam, sampai-sampai ku ga nangis.

***
Loki dan Shisaw berlari padaku saat istirahat pertama.
“Maaf ya”, loki memelas
“He.em bro sorry nggih”, logat blasteran dan jowo nglotok shisaw keluar
“Ya gapapa kok”, tiba-tiba aku yang cengeng menangis
“Hei you don’t galau-galau, what is the water?”, hibur Shisaw
Loki menenangkan dengan menepuk pundakku.

***
Pelajaran pun telah usai, hukuman terakhir telah menantiku, Loki dan shisaw bersiap menemaniku malam Kamis Kliwon (KK) ini.
Shisaw membawa bawang yang banyak dan mengalungkannya di leher. Loki membawa banyak sekali peralatan dapur, dandanannya pun seperti akan berperang.
“Hei kalian tu mau apa?”, hardikku menunjuk apa yang mereka bawa
“Kita kan mau berperang dengan gelapnya malam”, Loki memperagakan gayanya
“Tradisi nang omahku emang ngene yo bro, hehe” Shisaw tetap pede membawa bawang-bawang yang sudah dikirimkan Ciciknya tadi sore.

**
Asrama kami memang terkenal agak seram dan banyak isu tak sedap yang mewarnainya.Kami bertiga Aku, Loki dan Shisaw memang trio religious, sebutan dari teman-teman kami.
Aku adalah ketua bagian kerohanian islam di asrama sekolah. Loki itu cah Kristen yang gaul banget ama siapa aja. Sedangkan yang satu ini Shisaw dia itu blasteran cina-tegal, dia satu-satunya murid beragama Kong Hu Chu.
Meskipun berbeda-beda kami tetap trio, hehe itu motto kami, jika ada kesusahan diselesaikan bersama.Tapi, jika ada rumor tentang pencemoohan agama yang kami anut, kami sering sekali berdebat hingga berbulan-bulan dan setelah itu berkumpul bersama lagi, karena kami tau bahwa kebenaran hanyalah milik-Nya.

***
Malam itu kami keluar dari kamar bak tentara yang akan bertempur. Teman dari asrama lain melihat dan agak mencemooh.
“Haha bocah sutris”, ejek fallis
“Meh masak-masak nggih bu?” tambah stonn
“Heh bro jo ngono to, we love peace” seru Shisaw
“Sudah-sudah biarkan saja”, kataku menenangkan
“Iya kita langsung aja ke pos ”, ajak Loki
**
“Lok, berita tadi gimana lanjutnya?”, tanyaku
“Oh itu aku juga belum selesai baca ig, hehe” kata Loki cengingisan
“Iyaya ambil Ipadmu sana biar ga lone”, pinta Shisaw
“Tapi kan kita udah jauh dari asrama”, Loki agak ketakutan
“Yaudah besok aja sekarang kita mau jaga dimana?” tanyaku
“Di sudut-sudut sekolah/ asrama wae” kata Shisaw
“Hii gak takut?”, tanya Loki
“Ya ding tadi Pak Jos juga bilang gitu” kataku
**
Aku, Loki dan Shisaw memutuskan untuk berpencar dan menjaga asrama.Loki senantiasa membaca puji-pujian, Shisaw komat-kamit gajelas.Aku berdzikir sepanjang jalan.Kami bertiga jelas ketakutan sekali.
Hingga tiba di lorong asrama di sana terdapat tower yang terkenal angker.
Tiba-tiba saja air mbludak dan baunya busuk.Kami ketakutan langsung pergi.
Shisaw “Aku kebelet nih bro, temenin yuk?”
“Idih ogah ah” kata Loki
“Come on, please” Shisaw memohon
“Oke-oke, karena kamu di sini bantuin aku yaudah deh ku anter”, ku menenangkan
**
Sesampainya di toilet dekat lorong itu.
“Aku tiba-tiba sakit perut nih, tungguin ya”, Loki dengan enaknya pergi
“Hei-hei yang bener aja nih”, kataku risau
“Lok, tunggu sampai shisaw selesai dong!” teriakku
“Halah wes mules ki lo”, paksa Loki
“Yawes kalo shisaw udah selesai, ku tinggalin kamu”, ancamku
“Terserah..”, Loki pede

Sekitar 15 menit – 45 menit mereka pun tak keluar-keluar, membuatku sangat risau.Terpaksa ku ke kamar mandi dan mengecek keberadaan mereka. Ternyata nihil, tapi ada rantai berdarah di sana. Hii,, atut aku. Langsung saja ku berlari tak tentu arah.
Ku ditimpuk orang dari belakang ‘Mak gedebug’ aku tersungkur.
**
Beberapa jam berlalu, aku tersadar dan sudah berada di kamarku.
“What happen tonight?”, tanyaku kebingungan
Loki dan Shisaw ternyata tak ada.Aku berniat melaporkan hal ini pada pihak keamanan sekolah.
“Maaf pak budi teman saya hilang”, kataku
“Haa hilang, kapan?”, jawab pak budi
“Tadi malam pak di dekat kamar mandi lorong”, jawabku
“Kok bisa kesana kalian?Padahal kamar kalian ke sana jaraknya jauh?”
“Saya kena hukuman pak, Loki dan Shisaw menemani saya”, terangku
“Hukuman-hukuman siapa? Kok yang lain ngikut?”
“Iya maaf pak”
“Sudah sana pergi saya tak ada waktu untuk hal tak penting”
Ku berjalan lunglai dari kantor BK,
Ku bertanya pada diriku, “Dimana trio religious ini”
“Kenapa pak budi begitu? Apakah dia pelakunya”
“Aku sungguh bingung dan butuh teman.”

***
Selama 3 hari penuh Loki dan Shisaw tak dapat ditemukan.
Akhirnya pada malam minggu ku putuskan untuk menjaga malam tuk mencari keberadaan mereka.
Alhasil ku ditikam kembali, tapi saat pagi hari ku tak berada di kamar, namun ada di gudang dengan tangan, kaki, mulut yang terikat.
“Siapa di sini?” teriakku
Dug dug deg tik duk, langkah kaki itu menggoncangkan segenap kestabilanku. Langkahnya semakin keras dan cepat seirama dengan detak jantungku.
Jeng-jeng-jeng-jeng…
“Siapa? Siapa?Siapa yang datang?” tanyaku membabi buta.
“Hei, kau jawab!!” paksaku
“Hahah slowdown kancaku”, Shisaw tertawa
“Loh? Yang nimpuk aku?” tanyaku menerka
“Not me lo”, terang Shisaw
“Lalu?” tanyaku penasaran
“Ehm, entar habis ini dia datang kok.” jawab Shisaw
Bak tikus yang dijebak, ku deg-deg an kembali.
“Apakah Shisaw komplotan pembunuh?” tanya hatiku

Jeng-jeng-jeng-jeng gubrak, ternyata eh ternyata yang datang itu… ’Pak Budi’, kawanan guru yang ku minta tuk mencari Loki dan Shisaw.
“Hehe maaf ya nang”, kata Pak Budi
“Gapapa pak, kenapa saya ditimpuk?” kataku
“Saya mau nyelamatin kamu.” Terang pak budi mencurigakan
“Haah? Kok ditimpuk pak?” tanyaku lagi, padahal ku mencurigai beliau
“Ada pembunuh sebenarnya..”
“Yang benar saja pak?”

Semua hening sejenak, tiba-tiba Shisaw menangis dan Pak Budi menenangkan.
“Tenang nak, Loki pasti ada”
Shisaw masih tetap  menangis dan menganggukkan kepala.
Ku semakin bertanya-tanya, mengapa ini? Ada apa?
Pak  Budi melarangku bertanya banyak dan melepaskan ikatan tangan dan kakiku.

***
“Loki dimana kamu?” tanya hatiku risau
“Bagaimana persahabatan kita”, ku semakin galau dan menangis.
Tapi ku putuskan untuk semangat kembali, masak cowok ketua rohis nangis, haduhhh memalukan.
**
Belum selesai ku telusuri keberadaan Loki dan kasus ini.
Loki telah ditemukan dengan keadaan mengenaskan di kamar mandi lorong, sekitar 5 hari setelah ku ditimpuk.
Aku waktu itu pernah mengecek tapi yang ku lihat hanya rantai berdarah.Lalu ku putuskan untuk pergi.
Mereka, kawanan guru BK tetap menjaga rahasia kasus ini.Tetapi, aku selalu ingin tau kebenarannya.
*
Loki ditemukan diikat rantai yang terbenam di tanah, dekat jendela kamar mandi.
Tapi, untunglah masih bisa diselamatkan.
Apa motif pembunuh ini dan kenapa bisa masuk asrama?
Apa pembunuh itu orang dalam? Tapi siapa?
Sejuta pertanyaan memenuhi otakku.
Apakah mungkin????
*
Ku bergegas beranjak ke kamar.Semua orang yang ku lewati begitu saja.
Ku ambil i-pad milik Loki, ku lihat berita yang dahulu kami baca bersama.
Ku membaca dengan saksama.
Setelah selesai membaca, ku ambruk tak bisa berdiri dan tau kenyataannya.
Bahwa pak Joss dalang dari semua kejadian ini, dia sengaja memberi hukuman yang berlebih padaku. Hal itu diperbuat untuk memenuhi hawa nafsu untuk membredeli tubuh orang, anak-anak muda 17 tahun an. Untunglah aku selamat, dan untung saja Loki masih hidup.

***
Hari Sabtu, 2 Mei 2014 merupakan hari tak terlupakan bagiku. Loki sudah siuman dan akan menempuh ujian nasional susulan. Guru-guru BK akhirnya berterus terang pada kepolisian bahwa Pak Joss itu psikopat.Shisaw masih parno dan memutuskan tuk pergi ke kampungya, di Yang Zho setelah perpisahan.

Hal-hal yang ku telusuri ternyata memang menuju ke satu kata satu nama, itulah Pak Joss. Beliau guru yang tegas, idolaku, tapi setelah adanya kasus ini ku menyadari agar tak percaya orang hanya pada cover nya saja.
Trio Religius sudah tak ada lagi, hanya dapat dikenang di hati teman satu angkatan.
***
Sore hari yang cerah tahun 2015 ku membaca Koran, trending topic nya pak Joss.
‘Rantai yang digunakan Pak Joss untuk melukai orang lain, biasanya dilumuri darah babi, bisa ular, obat gatal.’
“Benar-benar kejam beliau.” renungku
Pantas saja, saat ditimpuk pertama kali dan terbangun di kamar, aku merasa gatal-gatal yang tak biasa.
**
Malam harinya, ku sakit perut.Air di kamar mandi habis dan saat itu mati lampu.Ku pergi ke pom bensin terdekat saja.Saat membayar ongkos kamar mandi ke petugas di luar, yang gelagatnya ku tau siapa dia. Tetapi, ku abaikan saja karena perut ini tak kuat lagi.
Saat masuk ke kamar mandi, ada rantai yang menggantung dari atap.
“Haaaa” teriakku
***

hehe gara" gajadi ikut lomba cerpen jadi ku posting di blog aja deh

Tidak ada komentar: