“RANTAI”
“Woi
ada kabar baru”, teriak Loki
“Opo-opo?”,
shisaw ingin melihat
Aku
ikut-ikut mendekat.
“Ada
pembunuhan berantai”, jawab Loki
“Hah
yang bener? Dimana?”, aku mulai penasaran
Bel
asrama berdentang tak henti-hentinya.
“Ayo-ayo cepat ke kelas, nanti kita telat”, saran shisaw
“Ayo-ayo cepat ke kelas, nanti kita telat”, saran shisaw
Loki
langsung meletakkan ipad nya di lemari, aku terburu mengambil tas. Kita bertiga
berlari bersama menuju sekolah yang emang jaraknya dekat tapi jalu sudah telat
itu lho hukiumannya sesuatu banget.
Benar
Saja terpat Loki dan shisaw masuk aku tertinggal di luar gerbang gara-gara
bawaan ku terlalu berat. Pak Jos, sebutan anak-anak untuk seorang lelaki paruh
baya ng mengebul-ngebulkan asa rokoknya di depan mukaku.
“Bau
pak” wajahku menunduk dan memelas minta mpun
“Bisa-bisanya
kamu telat? Kamu tau kan apa hukuman bagi anak asrama yang telat?”
“iya
pak”, aku putus asa
***
Hukuman
pertama di pagi hari aku harus membersihkan daun-daun yang berserakan di taman
dan membersihkan toilet putra maupun putrid an guru maupun murid.
Hukuman
kedua di siang hari aku harus menimba air untuk anak-anak berwudhu.
Hukuman
ketiga menjadi burung hantu alias penjaga malam, yang tak pernah tidur.Inilah
hukuman yang paling tidak ku suka.Bergelut dengan gelapnya dunia malam,
dinginnya menusuk rusuk tulang belakang, dan auman hewan-hewan tak sedap di
dengar.
**
Emang
sih aku akui, aku ini lahir di malam hari yang penuh kegelapan dan
gelagepan.Tau ga aku tu lahir di air kolam renang, fasilitas trend ibu
melahirkan sekarang.Tapi ku jengkel dan masih inget kalo waktu lahir ku
kemasukkan air kolam, sampai-sampai ku ga nangis.
***
Loki
dan Shisaw berlari padaku saat istirahat pertama.
“Maaf
ya”, loki memelas
“He.em
bro sorry nggih”, logat blasteran dan jowo nglotok shisaw keluar
“Ya
gapapa kok”, tiba-tiba aku yang cengeng menangis
“Hei
you don’t galau-galau, what is the water?”, hibur Shisaw
Loki
menenangkan dengan menepuk pundakku.
***
Pelajaran
pun telah usai, hukuman terakhir telah menantiku, Loki dan shisaw bersiap
menemaniku malam Kamis Kliwon (KK) ini.
Shisaw
membawa bawang yang banyak dan mengalungkannya di leher. Loki membawa banyak
sekali peralatan dapur, dandanannya pun seperti akan berperang.
“Hei
kalian tu mau apa?”, hardikku menunjuk apa yang mereka bawa
“Kita
kan mau berperang dengan gelapnya malam”, Loki memperagakan gayanya
“Tradisi
nang omahku emang ngene yo bro, hehe” Shisaw tetap pede membawa bawang-bawang
yang sudah dikirimkan Ciciknya tadi sore.
**
Asrama
kami memang terkenal agak seram dan banyak isu tak sedap yang mewarnainya.Kami
bertiga Aku, Loki dan Shisaw memang trio religious, sebutan dari teman-teman
kami.
Aku
adalah ketua bagian kerohanian islam di asrama sekolah. Loki itu cah Kristen
yang gaul banget ama siapa aja. Sedangkan yang satu ini Shisaw dia itu
blasteran cina-tegal, dia satu-satunya murid beragama Kong Hu Chu.
Meskipun
berbeda-beda kami tetap trio, hehe itu motto kami, jika ada kesusahan
diselesaikan bersama.Tapi, jika ada rumor tentang pencemoohan agama yang kami
anut, kami sering sekali berdebat hingga berbulan-bulan dan setelah itu
berkumpul bersama lagi, karena kami tau bahwa kebenaran hanyalah milik-Nya.
***
Malam
itu kami keluar dari kamar bak tentara yang akan bertempur. Teman dari asrama
lain melihat dan agak mencemooh.
“Haha
bocah sutris”, ejek fallis
“Meh
masak-masak nggih bu?” tambah stonn
“Heh
bro jo ngono to, we love peace” seru Shisaw
“Sudah-sudah
biarkan saja”, kataku menenangkan
“Iya
kita langsung aja ke pos ”, ajak Loki
**
“Lok,
berita tadi gimana lanjutnya?”, tanyaku
“Oh
itu aku juga belum selesai baca ig, hehe” kata Loki cengingisan
“Iyaya
ambil Ipadmu sana biar ga lone”, pinta Shisaw
“Tapi
kan kita udah jauh dari asrama”, Loki agak ketakutan
“Yaudah
besok aja sekarang kita mau jaga dimana?” tanyaku
“Di
sudut-sudut sekolah/ asrama wae” kata Shisaw
“Hii
gak takut?”, tanya Loki
“Ya
ding tadi Pak Jos juga bilang gitu” kataku
**
Aku,
Loki dan Shisaw memutuskan untuk berpencar dan menjaga asrama.Loki senantiasa
membaca puji-pujian, Shisaw komat-kamit gajelas.Aku berdzikir sepanjang jalan.Kami
bertiga jelas ketakutan sekali.
Hingga
tiba di lorong asrama di sana terdapat tower yang terkenal angker.
Tiba-tiba
saja air mbludak dan baunya busuk.Kami ketakutan langsung pergi.
Shisaw
“Aku kebelet nih bro, temenin yuk?”
“Idih
ogah ah” kata Loki
“Come
on, please” Shisaw memohon
“Oke-oke,
karena kamu di sini bantuin aku yaudah deh ku anter”, ku menenangkan
**
Sesampainya
di toilet dekat lorong itu.
“Aku
tiba-tiba sakit perut nih, tungguin ya”, Loki dengan enaknya pergi
“Hei-hei
yang bener aja nih”, kataku risau
“Lok,
tunggu sampai shisaw selesai dong!” teriakku
“Halah
wes mules ki lo”, paksa Loki
“Yawes
kalo shisaw udah selesai, ku tinggalin kamu”, ancamku
“Terserah..”,
Loki pede
Sekitar
15 menit – 45 menit mereka pun tak keluar-keluar, membuatku sangat
risau.Terpaksa ku ke kamar mandi dan mengecek keberadaan mereka. Ternyata
nihil, tapi ada rantai berdarah di sana. Hii,, atut aku. Langsung saja ku
berlari tak tentu arah.
Ku
ditimpuk orang dari belakang ‘Mak gedebug’ aku tersungkur.
**
Beberapa
jam berlalu, aku tersadar dan sudah berada di kamarku.
“What
happen tonight?”, tanyaku kebingungan
Loki
dan Shisaw ternyata tak ada.Aku berniat melaporkan hal ini pada pihak keamanan
sekolah.
“Maaf
pak budi teman saya hilang”, kataku
“Haa
hilang, kapan?”, jawab pak budi
“Tadi
malam pak di dekat kamar mandi lorong”, jawabku
“Kok
bisa kesana kalian?Padahal kamar kalian ke sana jaraknya jauh?”
“Saya
kena hukuman pak, Loki dan Shisaw menemani saya”, terangku
“Hukuman-hukuman
siapa? Kok yang lain ngikut?”
“Iya
maaf pak”
“Sudah sana pergi saya tak ada waktu untuk hal tak penting”
“Sudah sana pergi saya tak ada waktu untuk hal tak penting”
Ku
berjalan lunglai dari kantor BK,
Ku
bertanya pada diriku, “Dimana trio religious ini”
“Kenapa pak budi begitu? Apakah dia pelakunya”
“Kenapa pak budi begitu? Apakah dia pelakunya”
“Aku
sungguh bingung dan butuh teman.”
***
Selama
3 hari penuh Loki dan Shisaw tak dapat ditemukan.
Akhirnya
pada malam minggu ku putuskan untuk menjaga malam tuk mencari keberadaan
mereka.
Alhasil
ku ditikam kembali, tapi saat pagi hari ku tak berada di kamar, namun ada di
gudang dengan tangan, kaki, mulut yang terikat.
“Siapa
di sini?” teriakku
Dug
dug deg tik duk, langkah kaki itu menggoncangkan segenap kestabilanku.
Langkahnya semakin keras dan cepat seirama dengan detak jantungku.
Jeng-jeng-jeng-jeng…
“Siapa? Siapa?Siapa yang datang?” tanyaku membabi buta.
“Siapa? Siapa?Siapa yang datang?” tanyaku membabi buta.
“Hei,
kau jawab!!” paksaku
“Hahah
slowdown kancaku”, Shisaw tertawa
“Loh?
Yang nimpuk aku?” tanyaku menerka
“Not
me lo”, terang Shisaw
“Lalu?”
tanyaku penasaran
“Ehm,
entar habis ini dia datang kok.” jawab Shisaw
Bak
tikus yang dijebak, ku deg-deg an kembali.
“Apakah
Shisaw komplotan pembunuh?” tanya hatiku
Jeng-jeng-jeng-jeng
gubrak, ternyata eh ternyata yang datang itu… ’Pak Budi’, kawanan guru yang ku
minta tuk mencari Loki dan Shisaw.
“Hehe
maaf ya nang”, kata Pak Budi
“Gapapa
pak, kenapa saya ditimpuk?” kataku
“Saya
mau nyelamatin kamu.” Terang pak budi mencurigakan
“Haah?
Kok ditimpuk pak?” tanyaku lagi, padahal ku mencurigai beliau
“Ada
pembunuh sebenarnya..”
“Yang
benar saja pak?”
Semua
hening sejenak, tiba-tiba Shisaw menangis dan Pak Budi menenangkan.
“Tenang
nak, Loki pasti ada”
Shisaw
masih tetap menangis dan menganggukkan
kepala.
Ku
semakin bertanya-tanya, mengapa ini? Ada apa?
Pak Budi melarangku bertanya banyak dan
melepaskan ikatan tangan dan kakiku.
***
“Loki
dimana kamu?” tanya hatiku risau
“Bagaimana
persahabatan kita”, ku semakin galau dan menangis.
Tapi
ku putuskan untuk semangat kembali, masak cowok ketua rohis nangis, haduhhh
memalukan.
**
Belum
selesai ku telusuri keberadaan Loki dan kasus ini.
Loki
telah ditemukan dengan keadaan mengenaskan di kamar mandi lorong, sekitar 5
hari setelah ku ditimpuk.
Aku
waktu itu pernah mengecek tapi yang ku lihat hanya rantai berdarah.Lalu ku
putuskan untuk pergi.
Mereka,
kawanan guru BK tetap menjaga rahasia kasus ini.Tetapi, aku selalu ingin tau
kebenarannya.
*
Loki
ditemukan diikat rantai yang terbenam di tanah, dekat jendela kamar mandi.
Tapi,
untunglah masih bisa diselamatkan.
Apa
motif pembunuh ini dan kenapa bisa masuk asrama?
Apa
pembunuh itu orang dalam? Tapi siapa?
Sejuta
pertanyaan memenuhi otakku.
Apakah
mungkin????
*
Ku
bergegas beranjak ke kamar.Semua orang yang ku lewati begitu saja.
Ku
ambil i-pad milik Loki, ku lihat berita yang dahulu kami baca bersama.
Ku
membaca dengan saksama.
Setelah
selesai membaca, ku ambruk tak bisa berdiri dan tau kenyataannya.
Bahwa
pak Joss dalang dari semua kejadian ini, dia sengaja memberi hukuman yang
berlebih padaku. Hal itu diperbuat untuk memenuhi hawa nafsu untuk membredeli
tubuh orang, anak-anak muda 17 tahun an. Untunglah aku selamat, dan untung saja
Loki masih hidup.
***
Hari
Sabtu, 2 Mei 2014 merupakan hari tak terlupakan bagiku. Loki sudah siuman dan
akan menempuh ujian nasional susulan. Guru-guru BK akhirnya berterus terang
pada kepolisian bahwa Pak Joss itu psikopat.Shisaw masih parno dan memutuskan tuk
pergi ke kampungya, di Yang Zho setelah perpisahan.
Hal-hal
yang ku telusuri ternyata memang menuju ke satu kata satu nama, itulah Pak
Joss. Beliau guru yang tegas, idolaku, tapi setelah adanya kasus ini ku
menyadari agar tak percaya orang hanya pada cover nya saja.
Trio
Religius sudah tak ada lagi, hanya dapat dikenang di hati teman satu angkatan.
***
Sore
hari yang cerah tahun 2015 ku membaca Koran, trending topic nya pak Joss.
‘Rantai
yang digunakan Pak Joss untuk melukai orang lain, biasanya dilumuri darah babi,
bisa ular, obat gatal.’
“Benar-benar
kejam beliau.” renungku
Pantas
saja, saat ditimpuk pertama kali dan terbangun di kamar, aku merasa gatal-gatal
yang tak biasa.
**
Malam
harinya, ku sakit perut.Air di kamar mandi habis dan saat itu mati lampu.Ku
pergi ke pom bensin terdekat saja.Saat membayar ongkos kamar mandi ke petugas
di luar, yang gelagatnya ku tau siapa dia. Tetapi, ku abaikan saja karena perut
ini tak kuat lagi.
Saat
masuk ke kamar mandi, ada rantai yang menggantung dari atap.
“Haaaa”
teriakku
***
hehe gara" gajadi ikut lomba cerpen jadi ku posting di blog aja deh
hehe gara" gajadi ikut lomba cerpen jadi ku posting di blog aja deh